Detail Agenda Kegiatan

Informasi / Agenda / Detail Agenda

Ridho Saputra Meraih 3 Besar Karya Terbaik Lomba Menulis & Membaca Cerita Rakyat Tingkat SLTA/ Sederajat Se-Sumatera Barat

Rabu, 2 November 2022 11:46 WIB 0 Komentar 122

SMAN 1 batang kapas,  dengan Karya yang berjudul “ Batu Nago “ Ridho Saputra meraih 3 besar terbaik lomba menulis & membaca cerita rakyat tingkat SLTA/ sederajat se-sumatera barat.

SMAN 1 batang kapas,  dengan Karya yang berjudul “ Batu Nago “, Ridho Saputra salah satu siswa yang mewakili SMAN 1 Batang Kapas meraih 3 besar terbaik lomba menulis & membaca cerita rakyat tingkat SLTA/ sederajat se-sumatera barat.

Selama 2 hari Sabtu Dan Minggu 15 & 16 Oktober 2022 sebanyak 40 orang pelajar SLTA Sederajat Se Sumatera Barat tampil di Kota Payakumbuh membacakan hasil karya tulis mereka tentang cerita rakyat yang ada di daerah masing masing. Mereka merupakan finalis dari 207 peserta yang mendaftarkan karya tulis mereka di acara Lomba Menulis dan Membacakan Cerita Rakyat Tingkat SLTA Sederajat Se Sumatera Barat yang mengangkat tema “Merdeka Dalam Berkarya“.

Kegiatan penyeleksian digelar oleh komunitas Seni Intro Kota Payakumbuh dari tanggal 15 sampai 30 September lalu.

Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda mengapresiasi adanya lomba menulis dan membaca cerita rakyat tingkat SLTA se provinsi Sumatera Barat yang digelar oleh Komunitas Seni Intro dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

“Acara ini membuka ruang bagi anak-anak didik untuk kreatif dan berkompetisi, mengeksplor bakat mereka dalam menulis dan bercerita, kita sangat senang,” kata Rida saat menyaksikan acara itu pada hari pertama di di Agam Jua Art and Culture Cafe, Sabtu (15/10).

Rida juga mengatakan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

“Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, dan Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal,” terangnya didampingi Kadisparpora Nofriwandi.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan sangat mendukung adanya kegiatan ini. Apalagi adanya Corporate Sosial Responsibility dari Bank Nagari dan Semen Padang sehingga bisa menggelar kegiatan ini bersama Komunitas Seni Intro.

“Kita harap kegiatan ini dapat ditiru oleh pemerintah daerah kota/kabupaten dengan menggelar lomba serupa di tingkat SD dan SMP,” kata politikus Gerindra itu.

Dari sisi Dewan Juri Iyut Fitra yang merupakan pendiri Komunitas Seni Intro mengatakan pihaknya menjadikan lomba menulis dan lomba membaca ini sebagai satu kesatuan.

“Lomba ini ingin memperlihatkan bahwa menulis dan membacakan sama pentingnya. Terutama untuk kalangan pelajar. Menulis menstrukturkan pikiran. Membaca untuk menyajikan. Dua hal ini pelan-pelan sudah menghilang dalam tradisi pelajar kita,” ujar Iyut Fitra.

Dijelaskannya, cerita rakyat dijadikan sandaran dengan alasan, Objek Pemajuan Kebudayaan itulah yang paling dekat dengan pelajar. Baik di kota atau nagari disinyalir cerita rakyat masih menjadi bagian dari kehidupan pelajar.

“Plus, kami ingin membangkitkan literasi budaya di kalangan pelajar. Lomba ini salah satunya,” ujarnya.

Komunitas Seni Intro sebelumnya telah menyeleksi 207 naskah cerita dari sekolah yang ikut lomba menulis, hasilnya setelah diseleksi ada 40 karya yang dibacakan pada lomba berikutnya. Pada puncak acara di Minggu (16/10), akan diumumkan 3 karya terbaik, dan 17 karya pilihan. 20 karya terbaik tersebut nanti akan di bukukan, tambah Iyut bersama juri lomba Heru Joni Putra, Roby Satria, S Metron Masdison, dan Ilham Yusardi.

Source : Lomba Menulis dan Membaca Cerita Rakyat Tingkat SLTA Se Sumatera Barat


Bagikan ke:

Apa Reaksi Anda?

0


Komentar (0)

Tambah Komentar

Agenda Terbaru
Prestasi Terbaru